Dialog Prabowo-Rosi, Sikap Cemerlang Prabowo dalam Berpolitik

Calon Prasiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat kesempatan wawancara eksklusif bersama Rosiana Silalahi pada program Rosi di Kompas TV tadi malam (03 Oktober 2018), dalam acara tersebut Prabowo mengungkapkan kepribadiannya terhadap sikap yang diambil pada setiap keputusan dan kebijakannya berkaitan dengan politik.

Sebelum wawancara dimulai penonton disuguhkan dengan profil singkat Prabowo Subianto yang betul-betul menggugah hati, kemudian masuk pada segment pertama Prabowo Banyak bercerita tentang sikapnya yang memilih tidak datang langsung menyapa para korban di palu dan donggala.

Sangat cemerlang menurut penulis karena alasan Prabowo adalah pertama mengakui tidak dapat berbuat apa-apa secara fisik dan tenaga walaupun bisa saja beliau ke sulawesi tengah untuk menyapa warga untuk menaikkan elektabilitas tapi sayangnya Prabowo Subianto bukan orang yang gemar pencitraan Prabowo tidak ingin apabila ia datang kemudian kejadian tersebut dipolitisasi, jadi beliau mengambil sikap semampunya dengan memberikan dukungan kepada pemerintah serta mengirimkan pasukan sayap Gerindra sebagai tenaga teknis, tenaga medis serta mengirimkan kebutuhan primer untuk para korban bencana.

Selanjutnya pada segment kedua Prabowo kembali memberikan alasan atas sikap yang diambil terhadap kasus ratna Sarumpaet, beliau pada awalnya memang memberikan empati terhadap apa yang diceritakan oleh Ratna “saya sebagai warga negara Indonesia, saya sebagai mantan prajurit yang pernah mempertaruhkan nyawa di negeri ini saya anggap sangat hina dan sangat pengecut jika yang dipersekusi ibu-ibu, perempuan, itu bukan cara saya dididiK.” kata Prabowo menjelaskan alasannya kenapa beliau sangat mudah merasa empati terhadap Ratna saat itu hingga langsung menggelar konferensi pers.

Segment selanjutnya Rosi menanyakan tentang kepribadian Prabowo Subianto yang lebih cair, lebih hepi dan lebih ceria dari biasanya, dijawab cemerlang oleh Prabowo “yah maklum yah karna waktu itu juga mungkin baru juga di politik, sekarang saya lebih pasrah, lebih rileks karena saya maju karna panggilan, saya merasa saya ingin mendharmabaktikan sisa hidup saya pada Republik ini”.

Prabowo subianto juga mengungkapkan alasannya kenapa ingin maju pada Pilpres 2019 nanti “saya harus menggugah kesadaran bahwa sistem ekonomi sekarang salah, keliru puluhan tahun, saya sudah bicara ini puluhan tahun, saya tulis beberapa buku dan saya merasa para elit, para oligarki menutup saya, saya tidak dikasi ruang, saya tidak pernah diundang, yah sering saya difitnah, diejek, dibilang macem-macem lah” kata Prabowo Subianto dengan  wajah yang sedih sambil menunduk, lalu melanjutkan materinya tentang Paradoks Indonesia.

Pembahasan yang tidak kalah menariknya Prabowo mengungkap bahwa alasan memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Calon Wakil Presiden, yaitu karena memang seharusnya orang nomor dua itu lebih muda lebih cemerlang dan lebih fit dari nomor 1, karena jika ada suatu hal yang sangat genting maka Presiden tidak ragu meminta wakilnya untuk kerja lebih keras, namun semuanya membutuhkan pengorbanan karena Sandi harus mengorbankan posisinya sebagai anggota partai dll, Prabowo sangat bersemangat prestasi Sandi yang dikagumi oleh emak-emak dan kaum milenial.

“kalau guru kencing berdiri murid kencing berlari, jadi kalau pemimpin itu memberi contoh, memberi guidens memberi ajaran, pengikutnya pasti akan terpengaruh” jawab Prabowo Subianto saat ditanya mengenai hubungan politik nya dengan Jokowi yang dulu sempat akur namun sekarang bersebelahan, “there are no bad soldiers, only bad commanders, tidak ada prajurit yang jelek yang ada hanya komandan-komandan yang jelek” sambungnya.

Prabowo kembali menyambung pembicaraannya dengan menceritakan keluhan rakyat secara langsung yang mengatakan bahwa kita sedang dijajajh kembali, kekayaan kita dicuri dan meminta Prabowo untuk menyelamatkan indonesia, Prabowo menjelaskan bahwa rakyat Indonesia tidak bodoh, rakyat Indonesia tidak mudah dibodohi namun hanya tidak berkutik.

Prabowo juga menghimbau bahwa politik identitas jangan dipermasalahkan karena semua pemimpin memiliki identitas masing-masing, ada unsur kedekatan tapi jangan sampai merusak bangsa, “sebagai contoh perjuangan saya adalah sistem politik ekonomi yang adil menurut keyakinan saya dan menurut kajian empiris di seluruh dunia, semua negara yang berhasil itu ada keadilan, jadi perjuangan saya adalah meyakinkan seluruh bangsa Indonesia bahwa ada sistim yang saat ini tidak cocok, maka perlu ada perubahan dan saya buktikan dengan data dan fakta” ujar Prabowo menjelaskan alasannya ingin mensejahterahkan rakyat Indonesia.

Berkaitan dengan politik identitas agama yang kerap kali menyerang pribadi Prabowo Subianto juga dijawab dengan sangat jelas yang intinya bahwa kedekatannya kepada para ulama para habaib membuatnya bersyukur dan mengerti bahwa Islam itu agama Rahmatan Lil Alamiin , oleh karenanya harus mencintai seluruh alam apalagi mahluk yang hidup didalamnya termasuk manusia baik dari agama manapun, beliau juga menjelaskan bahwa bukti dari itu juga dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang melibatkan agama lain namun sangat menyayangkan karena tidak ada media yang mau meliput.

Pada segment terakhir perbincangan Rosi dengan Prabowo lebih cair dimana Prabowo mengakui bahwa beliau lebih takut jarum suntik daripada musuh dalam peperangan,  “Prajurit kita memang senangnya joget, yakan? ya gimana its in our blood,  yakan? dimana mana yang saya alami yah, dan juga yah dikeluarga saya bapak saya kakek saya kalau gembira yah mereka kayak begitu, joget jadi mungkin saya juga begitu” jawab Prabowo saat ditanya kenapa Prabowo suka berjoget.

Penulis mohon maaf banyaknya kisah Prabowo Subianto yang menggugah hati namun tidak dapat dituliskan secara lengkap namun pembaca dapat menonton videonya di sini .
Saya akhiri dengan adagium yg didapatkan Prabowo di TNI “Seribu Harimau dipimpin Kambing, Harimaunya akan Embek, tapi Seribu Kambing dipimpin Harimau akan Mengaum Semua” Salam Damai.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Close
Close