Ada Apa Dengan Bendera Tauhid, Banser dan HTI

Aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh oknum anggota Banser pada perayaan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat. Mendapatkan kecaman dari berbagai pihak muslim di seluruh Indonesia, dikalangan umat Islam sendiri ada yang turun kejalan untuk #AksiBelaTauhid dibeberapa wilayah antara lain Bogor, Garut, Solo, Yogyakarta, Tasikmalaya dan serang.

Apalagi aksi yang dilakukan oknum banser tersebut dianggap memecah umat islam, karena dengan sengaja membakar dan berdalih itu bendera HTI jika dilihat dari sisi manapun tidak ada tercantum logo atau nama HTI di bendera tersebut.

Tapi kejanggalan tersebut terlihat sangat jelas dengan alasan bendera itu jatuh terus diambil dan dibakar, padahal dilihat dari video juga bendera tauhid tersebut masih bagus dan seharusnya Banser menyimpan bendera tersebut karena banser juga merupakan sayap ormas islam dari NU.

Semoga ini tidak menjadikan terpecah belahnya umat, semoga ini menjadi hal terakhir yang terjadi.

Namun, belum selesai polemik yang terjadi di kalangan masyarakat, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam twitter @HusinShihab kita tidak perlu menduga lagi @prabowo ada dibalik gerakan Hisbu Tahrir Indonesia selama ini, Hny gerakan radikalisme yang digunakan kalimat tauhid sbg atributnya termasuk @KSA. ISIS,FSA, Jabha Alnusra (pemberontakan berkedok Islam digunakan atribut yg sama.

Tuduhan yang di sanggahkan kepada Prabowo adalah tidak mendasar yang dituduhkan kepada Prabowo, cuitan tersebut adalah mencemarkan nama baik karena menuduh prabowo di balik gerakan HTI.

Sikap Prabowo dan Gerindra yang menolak Perppu  Ormas saat itu secara tersirat justru menunjukan jika Prabowo ingin menunjukan jangan sampai terjadi kesewenang -wenangan. Pasalnya, Perppu dikeluarkan dalam saat genting, saat itu jelas kondisi Indonesia tidak ada yang bersifat genting, bahkan tugas dari pemerintah seharusnya bisa berdiri ditengah dengan pemikiran yang netral, bukan hanya karena hasutan dari sekelompok orang yang menjadi pendukungnya kemudian pemerintah membuat seolah olah negara dalam keadaan genting.

jika mangacu kepada logika berpikir Husin Shihab yang dipakai, benang merahnya hanya karena dukungan yang diberikan kepada Prabowo oleh eks HTI kemudian menuduh jadi bagian HTI, apakabarnya dengan anak PKI yang merasa bangga jadi anak PKI kemudian menjadi anggota dewan mendukung Jokowi, apakah Jokowi bisa dikatakan bagian dari PKI juga ? Logika sesat seperti inilah justru yang memicu perpecahan.

Jika ditilik lebih dalam apalagi Sdr. Husin Shihab ini merupakan caleg dari partai baru melek, ternyata hanya ingin membuat sensasi dan numpang tenar, justru ini cara norak apalagi setelah membranding diri sebagi partai mileneial, saya kira terlalu naif cara berfikir anda tanpa berkaca diri.

Salam Anak Perbatasan.

Facebook Comments

Komentar

Related Articles

Close
Close