Gaungkan #PrabowoBersamaHTI Bukti Pendukung Jokowi Tidak Cerdas

Hari ini para Buzzer pendukung Jokowi-Ma’ruf meramaikan dunia maya dengan Hashtag PrabowoBersamaHTI, fitnah demi fitnah mengikuti hashtag tersebut, sebelumnya hashtag ini dipicu dengan adanya foto dari aktivis muslim menggunakan bendera Tauhid Ar-Roya sambil menunjukkan 2 jari.

Selain itu para pendukung Paslon 01 ini pun ingin menutupi isu pembakaran bendera panji Rasulullah bertuliskan Tauhid yang dilakukan oleh oknum Banser pada Minggu, 21 Oktober kemarin, ngotot membela penista agama yang berhasil memecah belah bangsa kemudian berusaha menutup-nutupi dengan hashtag fitnah yang tak beralasan.

Sekarang publik sudah bisa membandingkan kualitas para pendukung mana yang ngotot apakah 2 periode atau ganti presiden, pendukung 2 periode kerap kali melakukan aksinya dengan kekerasan dan kebrutalan, sedangkan pendukung Prabowo adalah pecinta aksi damai, para alim ulama tersohor yang kerap kali dipersekusi, dan kaum Milenial yang berpikir kritis bukan berpikir bodoh seperti yang dilakukan para pendukung paslon 01 kali ini.

Tidak terima akan dukungan dari warga muslim yang dulunya adalah ormas Islam dengan jumlah jutaan mendukung Prabowo, tiba tiba pendukung petahana mengeluarkan statement yang sangat bodoh! Kenapa?

Pasalnya HTI sudah resmi dibubarkan pada tahun 2017, lalu kenapa mereka menaikkan nama HTI lagi? Sedangkan bendera yang digunakan sama sekali bukan bendera HTI, pasalnya Mantan Jubir HTI sendiri pernah berkata bahwa HTI tidak pernah memiliki bendera.

Kedua, bukankah yang dibubarkan adalah ormasnya, sedangkan anggotanya tetap berstatus sebagai warga negara Indonesia yang SAH, jadi secara hukum mereka masih berhak berdemokrasi, berhak mengemukakan pendapat serta memilih calon pemimpin yang terbaik menurutnya.

Namun para pendukung Pasolongan nomor urut 01 ini ngotot ingin mendiskreditkan hak-hak demokrasi orang yang berseberangan dengannya, jika mereka cerdas, yang diserang bukan pendukungnya tapi argumennya, visi-misinya, dan program kerjanya, bukan malah menggiring opini publik siapa yang mendukung siapa.

Andaikan para mantan HTI itu melakukan kesalahan yang berseberangan dengan hukum dan aturan yang ada di negara ini silahkan ditindak secara hukum tapi kan tidak, atau kenapa bukan warga negara Cina yang menyusup ke Indonesia dan memiliki KTP yang di usut?

Lahirnya hashtag ini juga merupakan bukti rendahnya Intelektualitas para pendukung paslon 01, serta gagalnya Jokowi dalam memberi arahan kepada para pendukungnya.

Yang kedua, Hashtag ini juga membuktikan mundurnya sistem demokrasi di Indonesia, dimana hal yang tidak penting dianggap penting untuk menutupi isu-isu kecurangan yang terjadi menjelang tahun politik menuju Pilpres 2019.

Hal ini menunjukkan adanya ketakutan para pendukung petahana untuk terpilih kembali di periode berikutnya, saya yakin mereka semua adalah makhluk berakal namun ketakutan-lah yang membuat mereka melakukan cara apapun untuk menjatuhkan karakter lawan politiknya.

Facebook Comments

Komentar

Related Articles

Close
Close