Jokowi Terjebak dalam Guyonan Prabowo

Polemik “Tampang boyolali” terus digaungkan oleh kelompok petahana serta menjadi viral di media massa dan media sosial, wajar saja isu ini terus digoreng oleh kelompok sebelah karena sudah memasuki tahun poilitik.

Padahal dilihat dari konteksnya pun pidato Prabowo menjelaskan maksud menyebut “Tampang Boyolali” karena berempati atas kondisi rakyat Indonesia saat ini terjadi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan.

Tapi jiwa besar yang di tunjukan oleh Prabowo langsung menyampaikan permintaan maafnya kalau yang dimaksud jadi negatif kalau ada yang tersinggung.

Berbeda dengan kubu petahana disaat Bupati Boyolali mengatakan Prabowo dengan kata-kata kasar tapi hilang di media massa serta didiamkan oleh penguasa atau biasa dikatakan tenggelam oleh media.

Sementara Presiden Indonesia Joko Widodo sekaligus Calon Presiden (Capres) Petahana Nomor urut 01 pada saat 2014 lalu menyatakan bahwa ayahnya dari Karangan Anyar, tapi pada saat isu “Tampang Boyolali” menjadi viral sontak saja Jokowi tidak mau ketinggalan memberikan komentar bahwa Ayahnya juga berasal dari Boyolali.

Jika melihat pernyataan tersebut berarti selama ini Jokowi memberikan keterangan palsu, inilah yang membuktikan bahwa ketidakkonsistenan jokowi dalam berucap.

bukan tidak mungkin jika berbicara dalam konteks hukum mungkin saja jokowi bisa dipidanakan, dan jika terbukti melanggar hukum secara otomatis keikutsertaan sebagai Capres dengan otomatis bisa gugur. Tapi persoalannya beranikah pihak berwajib memeriksa jokowi atas pernyataan tersebut?

Ini juga membuktikan bahwa petahana tidak kontisten dalam berucap, serta tidak ada klarifikasi yang dibuat oleh Jokowi atas pernyataan tersebut.

Salam Anak Perbatasan.

Facebook Comments

Komentar

Related Articles

Close
Close