Pidato Prabowo Bikin Warga Kalimantan Timur Ketagihan

Balikpapan – Suara tegas calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto ternyata mampu menghipnotis ribuan massa yang memadati Gedung Dome di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu 25 November 2018.

Di gedung berbentuk lingkaran dengan atap mirip kubah masjid besar tersebut, massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) bahkan tak rela mengakhiri pidatonya.

“Jadi saya kira demikian karena kalian sudah lelah, sudah berlama-lama di sini,” ujar Prabowo yang sudah lebih dari 30 menit berpidato.

“Lanjut… lanjut.. lanjut paaak,” teriak hampir seluruh pengunjung gedung meminta Prabowo melanjutkan orasinya.

“Saya yang capek ha…ha..ha..Kalian sudah mengerti, kalian sudah merasakan kondisi negara kita saat ini, kalian sudah pakai kaos ganti presiden, jadi saya kira cukup, kalian sudah merasakannya,” jawab Prabowo.

Advertisement

“Terus pak. Rakyat Kaltim masih kangen. Kita masih kangen. Prabowo presiden, 2019 harus ganti presiden,” sahut massa bergemuruh.

Seakan tak mau mengecewakan ribuan pendukungnya, Prabowo yang mengenakan kemeja cokelat dan tampak sedikit berpeluh itu pun lantas melanjutkan orasinya.

Pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada pendukungnya untuk menghiraukan sejumlah manuver lembaga survei yang selama ini dianggapnya hanya berpihak pada yang memiliki dana.

“Biarkan survei survei itu bilang apa. Karena survei itu bisa di bayar, kalau saya mau menang bisa aja saya bayar survei untuk bilang saya menang,” kata Prabowo.

Namun menurutnya, yang membuat seorang mampu memenangi pilpres bukan berdasarkan hasil survei. Melainkan perjuangan keras seperti yang dilakukan warga Balikpapan kepadanya.

“Karena ada tampang tampang kalian ini. Tampang kalian ini adalah tampang sungguh-sungguh yang berjuang demi bangsa dan negara, yang berjuang untuk masa depan anak cucu kalian yang lebih baik. Tampang kalian adalah tampang pejuang,” terang Prabowo yang kembali disambut riuh tepuk tangan dan sorak para pendukungnya.

“Terima kasih perhatian saudara-saudara waktu pun berlalu, apalagi saya berpidato di sini tidak ada honornya. Saya bukan minta honor tapi saya ingin dan senang melihat rakyat saya bahagia dan tertawa,” canda Prabowo.

Tapi sebelum benar-benar menutup orasinya, Prabowo yang mengenakan kopiah hitam tersebut juga sempat menyindir pihak-pihak yang menggoreng atau sengaja menyalahartikan pidatonya beberapa waktu lalu

“Karena saya khawatir jangan-jangan tertawa juga nanti dilarang. Karena sekarang ini pakai istilah emak-emak nggak boleh, pakai istilah tampang dipersoalkan,” Prabowo menuturkan.

“Jadi, saya akan kembali ke Kalimantan Timur karena Kalimantan Timur sangat penting bagi Indonesia. Terima kasih,” tutup Prabowo yang langsung disambut tepuk tangan dan seisi ruangan berdiri menghormatinya. (ap)

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Close
Close