Batalnya Penyampaian Visi-Misi Bukti Jokowi Terbunuh Janjinya Pada Pilpres 2014

Tak terasa debat Calon Presiden dan Calon wakil Presiden pada pemilihan Presiden 2019 dilaksanakan, tapi debat kali ini berbeda dari debat-debat sebelumnya karena debat yang diselenggarakan oleh KPU lewat aturan baru yang akan memberikan daftar pertanyaan yang sudah di siapkan oleh penalis kepada masing-masing pasangan Capres dan Cawapres.

Artinya setiap paslon Capres dan Cawapres mendapatkan kisi-kisi dari KPU, jika melihat debat ini seakan-akan Negara melaksanakan cerdas cermat bukan lagi mencari pemimpin atau Presiden, karena sudah mendapatkan kisi-kisi terlebih dahalu jika sudah diberikan apa yang harus di debatkan .

Seharusnya disinilah peran yang sangat penting diperlihatkan oleh KPU karena tes ini adalah untuk mencari seorang pemimpin untuk menguji pola fikir Capres dan Cawapres agar kita mengetahui sedalam mana pengetahuan dan wawasan yang dimiliki oleh masing-masing Capres dan Cawapres tersebut agar pantaskah mereka untuk memimpin republik.

Tapi melihat kenyataan ini KPU kembali dipertanyakan netralitas sebagai penyelenggara pemilu yang seolah-olah menguntungkan serta berpihak kepada pasangan Capres dan Cawapres 01 atas aturan-aturan yang dibuat.

Maka dari itu banyak masyarakat yang mempertanyakan alasan kenapa KPU memberikan daftar pertanyaan tersebut serta netralitas lembaga KPU yang selalu menuruti permintaan TKN Jokowi-Ma’aruf.

Bukan kali ini saja KPU terlihat menguntungkan Capres dan Cawapres nomur urut 01, sebelumnya juga KPU membatalkan untuk memaparkan Visi-Misi walaupun itu diadakan hanya diwakili oleh tim sukses saja melalui permintaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’aruf Amin.

Penulis menilai kenapa TKN harus membatalkan pemaparan atau penyampaian Visi-Misi karena pada Pilpres 2019 Jokowi sudah terbunuh oleh Visi-Misi, Program dan janjinya sendiri Pilpres 2014 lalu yang belum bisa dilaksanakan serta menjadi janji-janji manis saja, makanya TKN berusaha keras untuk diwakili oleh tim sukses atau membatalkan penyampaian Visi-Misi tersebut.

Padahal moment penyampaian Visi-Misi dan debat adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia untuk mengetahui apa Visi-Misi dari kedua Pasangan Capres dan Cawapres agar rakyat tahu dan memang berhak tahu sejauh mana Capres dan Cawapres punya kualitas, kapasitas dan wawasan sebagai seorang pemimpin.

Padahal setahun yang lalu tim TKN sering berteriak-teriak adu program dan adu gagasan alhasil hingga mendekati masa penyampaian Visi-Misi seolah-oleh mereka menghindar dan menolak pemaparan Visi-Misi serta mengintervensi KPU untuk membatalkan penyampaian Visi-Misi.

Maka jangan salahkan rakyat jika mencurigai serta meragukan netralitas KPU sebagai penyelenggara pemilu karena dianggap menguntungkan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’aruf Amin

Salam Anak Perbatasan

Show More

Komentar

Related Articles

Close
Close